TRACK TAKLUKKAN KEJAMNYA SABHAWANA - 4 MALANG
MALANG- Dalam rangka menyambut
ulang tahun Kabupaten Malang yang ke 1249 sekaligus mempromosikan wisata
Kabupaten Makang, Pemerintah Kabupaten Malang menggelar petualangan adventure
bagi offroader di seluruh Indonesia selama dua hari yang bertajuk Sabhawana
4 “The Night Challenge” pada
Sabtu-Minggu (7-8 Nopember 2009).
Ratusan peserta dari seluruh
Indonesia dan luar negeri mengikuti acara yang dimulai dari Stadion Kanjuruhan
Malang hingga pegunungan Bromo (etape-1)
Pukul 19.00- 01.00 WIB dan Gunung Bromo-
Taman Wisata Wendit (etape-2) Pukul 05.00-12.00 dengan jarak tempuh kurang
lebih 225 km.
Trail Adventur Community Kediri
(Track) yang dibentuk sekitar akhir
Desember 2008 lalu tak terkecuali mengikuti event nasional yang bergengsi ini.
Dari ratusan anggota Track, 19 diantaranya terjun langsung pada acara ini.
Dengan semangat menaklukkan medan berat puluhan peserta dari Kediri yang
anggotanya mulai dari Ketua RT- hingga pejabat baik tingkat swasta maupun
instansi pemerintahan turut serta.
“Event ini sangat luar biasa dan
baru kali pertama sebab dilakukan pada malam hari dengan medan yang penuh
tantangan dan jarak tempuh yang benar-benar menguras tenaga. Bahkan dari
sekitar 500 peserta dari seluruh Indonesia harus berguguran karena tidak mampu
menyelesaikan etape yang sangat berat ini,” Rully Hertadi, salah seorang pentolan Track yang juga
sekaligus pendiri Track yang mengaku sempat gelagapan dengan medan yang lumayan
berat dan memacu adrenalin ini.
Kebanggan mengikuti event ini
juga diungkapkan Pak Met salah satu sesepuh Track yang tampil luar biasa sejak
start yang dibuka oleh Bupati Malang Sujud Pribadi sekitar pukul 19.00 (Sabtu
7/10) dari halaman Stadion Kanjuruhan Malang hingga finish etape pertama pukul 01.00
di Desa Ngadas Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang yang hanya berjarak 2 km
dari Gunung Bromo.
” Saya benar-benar puas dan
sangat senang, bisa berangkat lebih awal dan tiba di finish awal pula. Meski
saya akui medannya sangat berat dan melewati tempat-tempat angker seperti di
tengah hutan belantara, kuburan, sungai,” kata Pak Met yang mengaku sempat
salah jalur akibat kurang adannya koordinasi dari panitia.
Mengikuti event penuh tantangan
bukanlah kali pertama diikuti oleh Track. Ditingkat Jatim event yang pernah
diikuti antara lain di Mojokerto, Malang, Batu, Pujon, Ngawi, Blitar, Sabhawana
Event Nasional. Jawa Tengah, di Merapi, Semarang (jalur penyiksaan) dan event
yang digelar Track sendiri yang berskala nasional pada awal 2009 lalu yang
bertajuk Surya 12 Trail Motor Adventure
MESKI saat ini gerak Track masih
terbatas, namun obsesi ke depan Track Kediri memiliki angan-angan bisa menjajal
seluruh sirkuit yang ada di pulau Jawa. Bahkan jika nantinya bekal dirasa cukup
mereka juha berkeinginan menjajal di luar pulau Jawa.
“Untuk pulau Jawa yang belum kita
taklukkan adalah even nasional yang diadakan Trabas Bandung. Dan sudah barang
tentu nantinya di seluruh Indonesia akan kita coba,” kata Rully yang juga
diamini oleh Pak Met yang sering
menyebut dirinya Portugal alias persatuan orang tua ugal-ugalan, sebab
kebanyakan peserta Track adalah orang tua.
BUKAN MERUSAK TAPI MEMBERI MANFAAT
Sebagian
kalangan menduga, mereka yang bergabung di klub ini adalah mereka yang berduit.
Kenyataan itu sangat bertentangan dengan fakta di lapangan. Buktinya tidak
hanya motor yang harganya puluhan juta rupiah, Honda Kalong dan Honda Grand pun
juga bisa bergabung di Track Kediri,” Kami terbuka, siapa saja bisa bergabung,”
ungkap Rully.
Selain terbuka
untuk siapa saja, ternyata keberadaan klub ini juga banyak ‘dipuji’ oleh
masyarakat sekitar yang menjadi sirkuit Track Kediri. Pujian itu terkait azaz
kemanfaatan, dimana sebelumnya jalan yang becek kini menjadi padat dan
masyarakat bisa menggunakan akses jalan tersebut untuk melakukan kegiatan
perekonomian masyarakat di lereng Gunung Wilis.
Pihak Perhutani
sebagai pemilik lahan juga mengaku sangat terbantu, sebab dengan adanya
kegiatan ini Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Pojok Kediri, hutan menjadi aman dan
jarang terjadinya pencurian kayu. Dimana sebelumnya banyak ditemukan penebangan
liar oleh masyarakat di wilayah hutan tersebut. (***)
More.. |